Kenapa Saya Nggak Suka HITMANSYSTEM?

75 comments
Sebenernya bukan nggak suka sih, cuma nggak ngerti aja kenapa begitu banyak orang yang mempasrahkan masalah romansanya (ini istilah yang dipake di HS) ke orang lain, ketimbang teman sendiri.

Sejarahnya, gue tahu http://hitmansystem.com/ awalnya tentu dari twitter. Karena begitu banyaknya SPAM RETWEET yang diblast oleh following gue, akhirnya gue pun tergelitik buat follow beberapa mentor HS. 

Mereka adalah Leith Keshava, Kis Uriel, Kei Savourie, Lex dePraxis, Sins, Yuki dan JetVeetlev, true saviour dan MASTER COACH bagi orang-orang desperate yang kehidupan romansanya kurang ideal.

Sebulan dua bulan, terlalu seringnya RT pujian-pujian berbau personal ke mentor HS di timeline, bikin gue sedikit gerah. 


Bukannya gue sirik karena kalah ganteng, masalahnya gue nggak ngerasain benefit yang berarti dengan beredarnya retweetan macem gitu di timeline. Lha wong mereka ini kan mentor romansa dan percintaan orang, kok nyepam retweet-an puja puji followersnya kayak jomblo haus perhatian? Berkesan agak cheapy gimana gitu. 

Gue pun mulai antusias merhatiin habit dari para mentor-mentor HS saat ngebalesin counter-feedback dari para followersnya yang "kesasar", terutama Kei Savourie. Dan gue sedikit kecewa.

Pasalnya, ngebalesnya kok kayak nggak pinter gitu, dan cenderung meremehkan serta nggak jarang mengkerdilkan para follower. Apalagi kalo si follower punya pertanyaan romansa yang jatuh pada level konyol, beuh, abis itu orang. 

KECUALI, kalo model nge-mentionnya kayak gini: 



I gotta agree with Lex and Kei. Karena isi mentionnya ngasal, dan nggak sadar argumen secara substansial.

Anyway, sampe akhirnya gue melempar satu koreksi sama salah satu mentor HS, Kei Savourie. Jadi, ceritanya waktu itu Kei ngetwit tentang ekspektasi seorang Ibu terhadap anaknya yang dipukul rata se-level orang pacaran. Karena si Kei menggeneralisir, gue jadi gatel. Padahal sih biasanya gue setuju-setuju aja sama logic tweet model Kei Savourie ini.

Lalu gue merespon dengan tweet berikut, disambut dengan jawaban bijak NO-MENTIONAL ala Kei Savourie : 


Sampe ada follower fanatiknya yang ngebelain saking lost nya  : 


Salah memilih kata? Correct.

Dari situ, impresi-impresi negatif mulai mutar-muter di sekitar gue, dan sekalian pengen ngereview apa-apa aja sih yang dibahas sama mereka. Padahal sebelumnya gue sempet kagum sama kelihaian tweet-tweet Kei, Lex, dan Jet membongkar logika para jomblo yang mandek.

Tulisannya Lex dePraxis soal WOTA ini juga kayaknya oke buat disimak : http://www.hitmansystem.com/blog/jkt48-wota-dan-cinta-2785.htm#more-2785

Gue sendiri sih percaya-percaya aja karena gue juga bukan WOTA dan sekedar pengen tahu, tapi satu temen gue malah kasih klarifikasi yang sebaliknya :


Yah anyway, setelah enam bulan follow mereka dan twitter official dari HS sendiri, lama-lama kok terkesan cheesy, sampai akhirnya gue unfollow.

Mau tahu kenapa cheesy? Here's my conclusion.

1. Karena topiknya kebanyakan basi. For me personally, daripada dibilang pengencer kasus romansa, Hitmansystem lebih mirip kelas psikologi eksklusif. Mereka ngebantu kamu buka mata agar lebih BISA INTROSPEKSI. Dan kalau harus keluar biaya sampe berjuta-juta cuma buat introspeksi, wah kayaknya gue belum sanggup deh. Sementara hasil romansa selalu ditentukan oleh diri sendiri juga akhirnya.

Terus apa reaksi mereka ketika dilempar pernyataan yang senada kayak diatas?

"Lho bro, masih mending dia dateng ke HS, lo sendiri juga nggak bantu mereka (temen kamu) kan?"

Ya bener, kita nggak bantu, karena mereka NGGAK PERNAH NGASIH TAHU KITA kalau sebenernya butuh bantuan. Kenapa nggak ngomong? Ya karena gengsi, apalagi ini masalah percintaan mereka.

Dalam kasus romansa, cowok (karena customer mereka rata-rata cowok, sebut aja Tono) jelas tengsin cerita ke teman terdekatnya karena takut diledek. Dari sini, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Tono memang punya masalah sama dirinya sendiri. Kesalahan fatal pertamanya adalah, dia nggak berani ngomong, bahkan sama temen sendiri. Komunikasi harus dua arah, bukan? IMHO sih.

Akhirnya dia lari ke orang lain. Stranger, yang dalam kasus ini adalah Hitmansystem.

What's wrong with you bro?

2. Cinta aslinya selalu bisa diatasi dengan pikiran logis. Karena cinta memang hanya bisa ditelaah dengan logika, baru diikuti perasaan. Jangan dibalik! :p

Masalahnya, orang Indonesia itu kadar emosionalnya agak kelewat batas (kalo emang nggak bisa disebut alay), selalu sensi dan apa-apa ditangani pake perasaan berkat didikan intensif dari FTV dan sinetron murahan. Celah kesempatan inilah yang gue rasa digunakan sama Hitmansystem.

Jadi, apa sih maksudnya gue bikin tulisan ini? Mau jelek-jelekin Hitmansystem?

Lho, justru bukan. Gue mau buka mata kalian bahwa introspeksi itu aslinya bisa jadi gratis. Tergantung seberapa luas kamu eksplor diri selama ini. Bukannya ngadu ke orang lain. Yang kamu butuhin cuma berani ngomong aja ke kerabat atau teman terdekat kamu. 

Tapi ya statement diatas barusan akan lenyap seketika kalau kamu tipe orang yang "Gue punyanya cuma duit, mau gimana lagi?" 

Gue bukan motivator, apalagi mentor percintaan, jadi blogger juga baru kemaren sore. Gue cuma seneng mikir logis dan praktis. Selama yang berlebihan bisa dihemat dan jadi gratis, kenapa nggak?

[Pret's-pektif]: Cinta adalah soal keseimbangan akal dan perasaan. Pembinaan hubungan dilakukan dengan logika, sementara perasaan digunakan untuk menentukan seberapa besar toleransi dan kompromi terhadap pasangan kamu. Kekurangan kamu adalah kelebihan yang nggak dimiliki orang lain. Itu nilai plus yang harus kamu eksplor dan jangan takut untuk selalu berbuat positif ke sekitar kamu.

Yakalik kalian penasaran sama program-programnya mereka :

Platinum Workshop : http://www.hitmansystem.com/pelatihan/hsew (Rp.4.000.000)

Mega Seminar : http://www.hitmansystem.com/pelatihan/hsms (Rp.800.000)

Artikel dan Biaya kelas regional/Jakarta : http://hitmansystem.com/artikel

Dari beberapa list tadi, selalu ada kalimat "Praktek Lapangan" diantaranya. Itu maksudnya kemana ya? :( (nanya beneran)

Berikut beberapa testi yang gue temukan secara random di timeline gue : 





Oh ya satu lagi, seiring viralnya artikel gue di twitter, berikut adalah screenshot tweet no mention-trans-dimensional tentang reaksi para FOLLOWER HS yang sebenernya lumayan menghibur buat disimak. Gue nggak nyangka lho, ternyata reaksi mereka sebegitunya ketika ada yang kontra sama pendapat mereka. 

Sesederhana masalah "pemilihan kata" yang mereka yakin absolut kebenarannya :)




Anyway, ini kan cuma opini pribadi aja sih alias other side of coins, masa orang nggak boleh kontra? Tapi eh akhirnya kena bully juga, buzzernya banyak bener sih :))

Kebetulan? :)

Jangan sungkan buat drop komentar di kolom bawah yah.

75 comments:

  1. Iya sih. HS bagus dalam hal membuka pikiran. Tapi tetap aja kadang masih ganjel sama pendapat mereka yang tanggung, gak jelas, dan terlalu general.

    Tep aku folo sih ._.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Follow mah sah-sah aja, pasti karena seneng liat bully-bully-an nya kan? :D

      Delete
  2. kalau kata teman gue, nasehat2 dari akun2 sok motivator itu nggak harus diterima bulat2. hasil akhir tergantung di kita. btw ngakak baca post yang soall jekety. baru tahu permukaannya aja udah sok gitu bahasannya. cetek. hahaha. plus salah pula diksinya. comel setau gue, disini artinya bawel. kalau di malaysia baru artinya lucu. hahaha

    Plus tulisan HS yang soal jekety atau ekebi itu mirip kayak tulisan seorang hater. Pemahamannya begitu kurang. Dia nggak tahu aja kali, member2 AKB ada yang punya album solo sendiri, di luar AKB.. LOL. Jadi nggak hanya mengeksploitasi tubuh perempuan kayak yang da bilang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang sebenernya kroscekan yang bener soal postingan JKT tersebut gimana sih Bang Nuel?

      Delete
  3. Gue tau HS dari jaman gue kuliah, mungkin sekitar tahun 2010. Awalnya ngikutin karena kagum, kok bisa ya ada konsultasi beginian, mana mahal pulak :)) pasti ada "sesuatunya" jadilah gue follow si Lex. Sampai pernah ada kuis di HS dan gue menang. Hadiahnya 5 menit konsul gratis. I just like, whoa? For what? Ikut juga iseng, sampe sekarang gak pernah tuh ngambil hadiahnya. Gue lupa gimana gue dulu bisa punya pin bb-nya si Lex ya. Eheheheheh (´̯ ̮`̯ƪ) trus diajakin mega seminar di FX, sayangnya sama pacar gak boleh waktu itu :)))

    Nah, si pacar waktu itu masih editor dan emang nyari penulis, karena dulu masih kagum si lex, gue saranin bikin buku sama lex tapi ternyata gak jadi karena beda kepentingan :))

    Lex pernah twitwar sama CiscaPR, blogger detik kalo gak salah karena si Lex nyomot tulisan cisca untuk bikin bahan tulisan dan bilang bahwa cewe itu suka memanipulasi cowo. So, here we were. Fans-nya sampe ikutan berantem, which was gak penting jugak. Maap, gue lupa link-nya silakan cari sendiri ya, udah lama juga soalnya.

    Mulai unfollow Lex karena twitnya jadi ngerendahin cewe. Menjadikan cewe sebagai objek dan menggeneralisir perempuan. Ada salah satu statement dia yang gue inget tentang ciuman pas kencan pertama. Trus dia bilang cewe yang gak mau dicium di kencan pertama cewe yang apalah gitu-lupa gue. I just remember in a bad way. So, i unfollowed him.

    Soal Kei, justru lebih gak punya otak, oh well i dont know where he puts his brain, tapi ya 11-12 lah ya sama Lex. Bedanya mungkin Kei lebih kasar kalo nimpalin opini orang. Kaya gak mau dikritik gitu.

    Pas ngobrol sama temen-temen gue juga pada sebel, katanya ngajarin ngewe doang. Bahkan katanya- gerakan jari juga diajarin lho O.o buat narik perhatian cewe (ini kata temen gue yang ikutan seminarnya :))

    The point is, gue gak suka mereka ngeliat cewe sebagai objek pun generalisir tiap cewe. Kelasnya cewe kan beda-beda. Ada yang emang high class, adanya middle, pun ada yang low.

    Panjang juga ya komennya? Gak ngerti? Gpp. Gak semuanya bisa dimengerti, seperti kita gak pernah ngerti kenapa cewe kalo ke kamar mandi mesti bareng-bareng. Sekian dan terima follow today.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kekonyolan itulah yang melanda saya lewat screenshot diatas, kaks. Dia pikir seenaknya menggeneralisir sesuatu itu selalu sah-sah aja lewat social media.

      Mau ngomong "Itu cuma dunia maya?"

      Vro, dunia maya adalah senyata-nyatanya dunia sesungguhnya, cuma bentuknya digital aja. Ada yang sumber nafkahnya lewat social media, ada yang kawin,putus,pacaran,ketemu jodoh, dll.

      Masa mentor percintaan nggak ngerti ada circumstances macem gitu? Pfft.

      Delete
    2. Tapi kalo soal "ngewe" things nya jujur gue belum nemu riset yang cukup kak, kalo iya beneran begitu, waaah serem jugak :(

      Delete
  4. Bayangin, empat juta udah bisa ngajak pacar liburan sebulan di Solo kali. Empat juta bisa buat belanja baju bagus, ke gym buat latih badan, beli make up, atau hal-hal lainnya yang lebih konkret buat ningkatin kualitas menal/fisik kita demi dapet pasangan yg sesuai daripada buat ikutan seminar HS...

    Dan rasa-rasanya ilmu yang HS ajarkan kan kayak psikologi soal Pede doang. I mean, itu mah banyak di internet. Gratis, tinggal kita bisa dan mau ga buat ngepraktekinnya. Saya aja gitu empat juta cuma buat bayar bisnis orang ilmunya bisa didape gratis

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, pastinya banyak juga orang yang mikir gitu, kaks...

      Delete
  5. Thank you bro @hadigunawan for the nudge about this entry.

    Awesome post, bro @banbanpret, awesome post. You somehow managed to read my mind, stole all of my words, and rewrite them all in a beautifully written piece. I couldn't stop nodding my head in every paragraph, agreeing completely all the way with you. Amen, brotha!

    Just to add to what you're saying, I think Hitman System is bullshit.. a mixture of self development crap, poisonous philosophical muse, provocative scientific discoveries, and psychological brainfarts. One can never get anything real, truthful, useful -let alone practical- from those arrogant manipulative self-proclaimed love masters (read: capitalusts). I mean seriously.. how dare they walk around opening our eyes about the hidden reality of love, teaching us the science of relationships, challenging our minds to question traditional truths, shaking the ground of our comfort zones, when all that we want to do is just to close our eyes and sail away ignorantly in our romantic delirium? How dare they do that?!?! Geez..

    So thank you for speaking your mind out loud, bro @banbanpret, and rest assured you're definitely not alone. I'm with you 1000%!

    DEAR HITMAN SYSTEM SCUMBAGS, PLEASE STOP CARING AND HELPING US TO HAVE BETTER HEALTHIER RELATIONSHIPS... GO AWAY, WE DON'T F@#KIN6 NEED YOU!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. "I mean seriously.. how dare they walk around opening our eyes about the hidden reality of love, teaching us the science of relationships, challenging our minds to question traditional truths, shaking the ground of our comfort zones, when all that we want to do is just to close our eyes and sail away ignorantly in our romantic delirium? How dare they do that?!?! Geez.."

      reassuring lie memang lebih menggiurkan dibanding inconvenient truth :))

      Delete
    2. kenapa komentarnya lex pake bahasa inggris, ini kan blog bahasa indonesia.

      Delete
  6. Itu yang soal JKT, soal wota, juga menggeneralisir. Nggak semua wota kayak gitu. Apalagi wota yang aslinya wota AKB. Nggak bakal kayak gitu. Yang dia maksud tuh, wotalay. Cuma minoritas. Hahaha. Yangg emang annoying.

    Soal JKT, agak setuju sama dia. Jujur sih, performance JKT masih kalah jauh sama sister group mereka, AKB, SKE, NMB, HKT, atau SNH mereka. Benar yang dibilang teman2 di grup, JKT nggak maksimal. Padahal sponsor lumayan banyak dan kebanyakan perusahaan gede. Shit. Tampil di TV jarang, masih suka lip sync. Kakak kelas mereka di Jepang malah nyaris nggak pernah kedengaran lip sync. Dan memang beberapa member di Jepang sana itu punya kualitas suara. Nggak hanya jualan bodi. Plus budaya sana kan juga beda. Nah HS tuh nggak pahami dulu budaya di Jepang kayak gimana. Nggak sejelek yang dia kira. Lol

    ReplyDelete
  7. Gue yakin, komentar-komentar dari wota nggak ditampilkan sama mereka. Bisa war itu. Dari apa yang gue alami aja udah gitu. Plus yang komentar juga sejalan semua sama pemikiran mereka. Nggak ada yang kontra sama mereka. Ckckck. Gue kaget, ternyata memang ada akun2 kayak gitu. Cuma mentingin pencitraan, dan duit. :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak ditampilkan ya berarti mereka nggak siap dengan statement yang udah dibikin secara sadar, which is itu sebuah kekonyolan.

      Takut war? Ya harusnya sebagai penulis bisa netralisir.

      Delete
  8. Gw salah seorang peserta workshop HS, gw ga mihak manapun cuma berbagi pikiran aja.let me give my cent dari tulisan diatas kenapa chesy


    1. Nothing wrong,
    masalah biaya berjuta2 cuma buat kelas psikologi yg bisa didapatkan gratis tergantung dari pengembangan dan pemahaman diri, well, its totally true. Ngga cuma ini, hampir semua pendidikan ya seperti itu semua bisa dipelajari kalo kita mau dengan gratis, lalu kenapa kita bayar? toh keberhasilan juga tetep aja tergantung kitanya, no guarantee

    temen ga pernah ngasi tau, kenapa? ya udah dijawab sendiri kan kalo takut diledek, artinya bukan cuma temen kita yg harus berani cerita tapi kita juga harus berani ga ngeledekin, masalahnya temen yg ga ngeledek jauh lebih sedikit dari yg ngeledek

    memang betul materi HS ini basi, alias kita benernya udah tau dari awal secara mentahnya gw juga ngerasa begitu yg jadi masalah tau aja ngga cukup kalo ga ada action. yang gw bayar selain materi yang dibuat secara terstruktur dan how to nya secara jelas adalah prakteknya lapangan, gw dipaksa praktek materi yg sebenernya gw udah tau tapi ngga bisa aplikasikan secara real dan dipandu. Ibarat kita belajar nyetir tau teori doank kan ga bisa kalo ga praktek didampingin instruktur, nah kaya gitu deh.
    yang kedua adalah komunitas yg kondusif alias ngga ngeledekin doank tapi bener2 ngedukung dan kasi saran yg membangun, kita ga bayar putus kok abis workshop ya udah selesai gitu aja, kita diwadahi dalam forum alumni dan berkembang terus bareng alumni lain


    ==========================================================

    2. Totally true, dan ngga salah kalo dimanfaatin karena ada peluang dan permintaan, hukum ekonomi. Sama kaya orang bikin kursus masak, nyetir, sulap dll

    =========================================================

    Gue bukan motivator, apalagi mentor percintaan, jadi blogger juga baru kemaren sore. Gue cuma seneng mikir logis dan praktis. Selama yang berlebihan bisa dihemat dan jadi gratis, kenapa nggak? Hehehehe.

    Setuju, gw juga suka hemat. Hematnya gw dengan ikut HS gw ga perlu trial n error yg ngawur buntutnya sama juga boros. Ini masalah pilihan sepertinya

    =========================================================


    CLosing: Gw juga ga fanatik dengan instruktur, ada beberapa pendapat mereka yg gw juga ga setuju karena beda daerah beda budaya, menurut opini gw kenapa digeneralisir ya biar mudah aja kalo dijelasin satu2 bisa panjang dan kontradiktif, makanya emang butuh cara pemahaman yg matang n dewasa sih dalam nyikapin bukan ditelan mentah. Dan just info yg mereka share itu sungguh cuma kulit luarnya doank, ada alsan dibalik tiap kalimatnya yg cuma bisa dipahamin kalo kita udah masuk dalam pelatihan mereka.
    Gw ga niat promosi disini, cuma karena penulis bilang suka hal yg logis, mendingan obyektif aja dalam nulis coba deh ikut dulu program mereka dulu baru diungkapin kalo jelek ya jelek kalo bagus ya bagus tapi dengan kapabilitas emang bener2 tau n pernah nyemplung dulu.

    kalo masalah JKT or AKB gw mah ga ngurusin mau ngomong apa itu hak mereka, gw ga pernah perhatiin tweet juga bukan fans manapun, kalopun ada yg seharusnya tersinggung juga yg bersangkutan bukan fans2nya sih

    Soal ngewe diajarin, kok gw ga dapet materinya ya? wkwkwk sumpah ga ada bro, kalo ga percaya silakan diikutin programnya, kalo sampe ada tolong gw dikabarin tar gw tuntut instruktur yg ngajar gw waktu itu kok gw ga dikasi materi itu padahal udah bayar juga :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1. Objective enough dude! Dirimu keren, dan gue highly agree kok.

      2. Gue sih mau-mau aja di trial ikutan hitmansystem, tapi masalahnya : Gue nggak pernah punya masalah dengan romansa dan percewekan, gimana dong? :(

      3. JKT juga gue no komen aja deh, wong nggak ngerti apa-apa...

      Delete
    2. Yg ikutan ngga melulu yg punya masalah sama romansa dan percewekan kok, temen gw ada yg ikutan cuma karena dia penasaran mau tau aja, kali aja abis ikutan ente jadi lebih tau dan bisa share pikiran kritis yang bermutu lagi dari sudut pandang yg berbeda, who knows :) eniwei, good writing gw biasanya jarang komen artikel ini jadi nulis panjang hahaha

      Delete
  9. baru tau ada ginian, ngakak jg sampai ada jasa konsultasi yg biayanya aduhai menurut gue. ibarat kata, kamu musti bayar keterbukaan dirimu sendiri yang mustinya gratis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Esensial sekali kalimat "kamu musti bayar keterbukaan dirimu sendiri yang mustinya gratis". Nice one and thank you!

      Delete
  10. Dear penulis.

    Saya adalah orang yang sudah kenal HS sejak 2008, waktu belum ada yang namanya twitter dan belum heboh seperti sekarang, walaupun secara pribadi baru setahun jadi alumni.

    Mungkin untuk lebih memahami HS, anda harus tahu dulu akar mereka yaitu kultur Pick Up Artist di luar negri

    Sangat disarankan baca buku The Game karangan Neill Strauss untuk lebih mengenal kultur itu.

    Namun seiring perkembangannya, ynag dilakukan HS saya rasa adalah hal bagus, yang keluar dari ranah PUA dan meluas ke Mindset, serta ga cuma catering to guys, but also girls as well..
    HS ga cuma mengajakan cara ngewe(?) tapi yang paling penting diajarkan untuk menjadi sebuah pribadi yang asik dan menarik bagi orang lina. hal yang ga cuma bermanfaat bagi romansa tapi juga untuk semua aspek hidup yang menuntut berhubungan dengan orang lain.


    Buat mereka yang bilang 4 Juta itu sia sia buat hal yang bisa dipelajari sendiri etc etc..
    Kalian pikir Motivator macam Andrie Wongso ilmu dan bahan pembicaraannya bukan hal umum?

    Please try to understand that for a lot of people, those thing dont come naturally and is a very hard thing to achieve.
    Mereka yang dibesarkan dengan racun media dan kultur yang salah, yang berpikir untuk menarik harus menghamburkan kekayaan etc.
    4 juta bisa buat liburan sama pacar dll dll?
    tahukah anda ada orang yang sampe beliin mobil buat gebetannya dan hasilnya tetep di prenjon? 4 juta dibanding pengeluaran anda untuk pdkt dengan cara klasik, yang hasilnya tetep aja gagal?

    Masalah per WOTA an, i smell defensive stuffs from those commenters above me.
    Gw juga hidup di kultur per idolan, jadi well, gw cukup setuju dengan artikel Lex, walaupun memang kurang mendalam, tapi kasusnya memang di situ dia baru pertama kenal yang namanya kultur idol, dan gw rasa udah cukup bisa menangkap esensi dasarnya.

    Tapi kita sudahi sampai sana saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1. Namanya opini, pasti ada pro kontra sob. Yang kayak gitu ya dimaklumi dan ditelaah maksudnya apa, jangan di setir balik.

      2. Gue sih fine-fine aja baca artikelnya Lex soal WOTA. Cukup useful buat gue yang awam soal dunia per-Idol-an.

      Delete
  11. Tulisanmu sendiri juga generalisasi bro, mulai dari instruktur hs yang cheapy dan sebagainya...

    Kamu bilang tadi soal dunia maya adalah dunia nyata yang bentuknya digital, dan bilang bahwa kei seenaknya ngetweet begituan...

    Lha, kamu apa gak melakukan hal yang sama bro? (:

    ReplyDelete
    Replies
    1. Catatan aja, disitu ada kalimat "Kesan" alias memberi kesan, itu kan bukan generalisir. Dibaca ulang lagi ya kakak :)

      Delete
  12. Ada tulisan para mentor yang beberapa benar dan beberapa lagi gk sesuai di lapangan memang. tapi sejauh ini gw follow HS yah karna asyik aja, kl gw gak suka tweet2nya yah gw gk liat, gampang aja.

    kl gw liat memang mentor nya, kei defensif bgt kl dikritik oleh follower, beberapa gw liat begitu, beberapa tweet sengaja dipotong gk tau buat maksud apa, tapi yg jelas kl menurut anda semua HS itu oke silahkan diikuti, gk oke, silahkan di unfollow, gampang :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Andai reaksi dari kontra terhadap mereka juga semudah itu ditanggapi kak :(

      Delete
  13. Buat ,HS! stop membantu orang-orang yang punya masalah romansa!please! Please bgt!stop sebarkan cinta!
    Buat penulis,lanjutin hobi nulisnya,, itu bisa bikin lu dikenal!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lah? Hahahaha kok gitu? Thanks anyway :)))

      Delete
  14. Banyak sudut pandang sih yang bisa dipake buat menilai HS..
    Awalnya gua dulu tertarik sama HS karena artikel2nya yang anti mainstream urusan romansa, gak kayak yang banyak di share tabloid2 dan media pada umumnya..
    Sesuai salah satu jargon HS, kalo cinta bisa dipelajari.. dan menurut gua ketika mempelajari sesuatu bukan berarti kita harus 100 % mempercayainya..
    Kita bisa mem-filter mana saja yang cocok dengan kepribadian kita untuk menerapkan ilmu2nya, termasuk romansa.. =))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju seribu persen buat kak doncelcius! :)

      Delete
    2. huahauhaa.. thx berooohh.. cuma ikutan berbagi pendapat di sini aja.. (:

      Delete
  15. Kalo boleh komentar sebagai pihak wanita dewasa yg netral & tidak memihak, saya berusaha untuk seobjektif mungkin dalam melihat kasus ini.
    Dan sejujurnya, saya bahkan setuju dengan beberapa point penulis di atas. Terutama di bagian generalisasi dan defensif para mentornya (khususnya Kei) yg memang seolah2 tidak suka/tidak mau dikritik. Padahal kita semua ini manusia biasa, bisa salah juga sejenius apapun kita ini.
    Dan manusia yg cerdas adalah manusia yg mau/bersedia dikritik.
    Jadi di saat saya melihat betapa defensifnya mereka itu saat dikritik apalagi oleh kritikan2 yg cerdas, berkuranglah rasa hormat saya untuk mereka :(
    Belum lagi mereka cuma suka meretweet pujian2 saja, itu juga menunjukkan bentuk kurang perhargaan terhadap orang2 yg kritis cerdas, dan cuma mau berkelompok dengan yang SELALU sependapat saja. Padahal kalo bisa menerima pujian sekaligus kritik di saat yg bersamaan kan HS ini bakal jadi sesuatu yg lebih besar dan sukses lho :|

    But then again, saya masih follow mereka semua sampe sekarang ini. Kenapa begitu? Karena saya punya prinsip seperti ini: "I don't necessarily have to ALWAYS agree with someone since in the end we can't find somebody who is 100% seeing eye to eye with us all the time."
    Alias artinya saya tidak harus selalu sependapat atau 100% selalu setuju dengan opini seseorang, baik itu teman2, sodara, pasangan maupun akun twitter yg saya following.
    Justru saya suka banget melihat sesuatu hal/topik dari sudut pandang yg berbeda, baik dari point of view orang lain maupun saya sendiri. Apalagi jika topik2 tersebut memang termasuk dalam topik2 yg saya minati/interest.
    Berhubung saya memang suka menganalisa dan mempelajari psikologi manusia, tingkah laku, cara berpikir dsb-nya itu, kebetulan HS dan para mentornya selalu mengupas topik2 yg saya sukai MESKIPUN dan bahkan seringkali pun saya TIDAK SETUJU atau sependapat dengan mereka.
    That's the true essence of life actually, yaitu melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang yg berbeda. Sehingga suka tak suka atau setuju tak setuju, I find it highly interesting :)
    Jadi kalo buat saya pribadi sih yah, yang bikin saya bisa meng-unfollow seseorang itu yah jika topik2 yg dibahas dia bukan sesuatu yg saya minati/sukai, misalnya politik, agama dll. Kalo yg saya sukai, meskipun saya tak selalu sependapat pun, bakal tetap jadi bahan utk pembelajaran dan masukkan bagi diri sendiri.

    Anyway kalo soal Wota, saya tdk ikut berkomentar karena tidak suka hal2 begituan juga. Dan kalo soal ajaran ngewe-nya, sebetulnya justru ada beberapa hal yg malah sangat berguna untuk wanita2 'mandiri' supaya bisa pleasuring themselves without a man's help :p

    Pada akhirnya, saya tetap suka sekali dengan tulisan ini karena memang HS & para mentornya TETAP butuh kritikan dan masukan semacam ini supaya mereka lebih berkembang dan menjadi lebih baik. Tak ada seorang pun atau bisnis apapun yg maju/berkembang tanpa kritikan. Semoga saja mereka cukup dewasa dan lapang dada utk menerima semua kritikan & input2 yg masuk.

    Keep up the good work! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yak, sebelumnya makasih juga buat mbak Milka yang bahasanya milky inih.

      Oh, bahas soal unfollow/follow? Sederhana aja sih, saya udah nggak follow karena spam retweetan yang menurut saya nggak mutu itu menuhin TL padahal ada akun lain yang nge-blast informasi dan harusnya kebaca eh malah nggak kebaca. Jadi intinya, hanya soal filterisasi. Pake fitur zip it atau mute? Agak ribet karena ketika device ke reset atau clear data, semua setting jadi hilang lagi.

      Soal ngewe bukan gue yang berpendapat, gue kan malah nanya, apa itu beneran?

      Lho ya memang, harusnya mereka bersyukur, nyatanya masih banyak circle following gue yang nggak tahu HS, setelah baca malah jadi tahu dan penasaran, siapa sangka akhirnya malah nambahin follower dan customer mereka?

      Keep milky, mbak!

      Delete
  16. "Kenapa saya ngga suka HitmanSystem?"
    Tenang kamu ngga sendirian, saya juga ngga suka sama HS.
    Saya dulu Peternak Prenjon, sudah follow HS dari tahun 2010, makin kesini tweet HS tentang prenjon makin ngeselin, pelan tapi pasti cowo-cowo yang bisa saya prenjonin makin sedikit, entah mereka pada praktekin tweet HS atau gimna, dan mereka jadi pinter berkualitas...yang jelas saya ngga suka HS ngajarin cowo Losers itu jadi Glossy memikat hati. Ladang cowo yg bisa dimanfaatin jadi kering, saya setuju cowo ngga usah ikutan ngeluarin duit buat ikutan HS, habisin aja buat nyogok gebetan meskipun hasilnya diprenjonin aja...
    Saya makin kesel sama HS, yg udah mencetak alumni kayak Pacar saya, dia hebat, berkualitas, dan mempesona, sehingga banyak yg sirik sama saya...
    Terimakasih :')

    ReplyDelete
  17. Gue akan coba memberikan pendapat gue se-netral mungkin.

    1. Gue pribadi sih gak ada masalah sama visi dan misi HS, mereka mengajarkan hal romansa yang mungkin kebanyakan orang udah tau harus gimana dalam hal romansa. TAPI, kita ga boleh tutup mata, klo sebenernya orang yg ga tau akan hal itu tuh LEBIH BANYAK lagi. The fact is masih banyak orang yg awam dan newbie dalam urusan romansa. Dan hadirlah HS, memberikan solusi buat para orang yg awam (maaf sebelumnya, tanpa bermaksud mengecilkan) dalam hal romansa. Dan yang mereka ajarkan dalam seminar, workshop, dan share di twitter saya yakin banyak membantu orang dalam hal romansa.

    Sayangnya, mereka suka gak sadar klo sering kali mereka MENGKERDILKAN orang. Terutama orang yg coba bertanya atau konsultasi via soc med (gratisan) dan bertanya ttg masalah percintaan yang KONYOL.

    Please, saya tau kalian semua pintar, tapi tolong jangan kerdilkan orang yang menanyakan pertanyaan cinta KONYOL hanya karena mereka bertanya secara gratisan via soc med. Tidak ada yg lucu dari make fun at someone problem. You may think the question was hilarious, but they desperated need an answer!


    2. Gue kecewa dengan beberapa konsultant cinta yg (lagi-lagi) mengkerdilkan MOTIVATOR. Come on dude, kalian itu juga MOTIVATOR! Bedanya kalian itu membicarakan hal-hal cinta dan mereka enggak. Klo kalian pikir motivator itu cuma jualan bullshit dan bacot, begitu juga dengan kalian! Kalian ga sadar, kalo kalian juga gitu?

    Buat kalian memang motivator itu jualan bullshit, tapi buat beberapa orang, mereka perlu motivasi tertentu. Sama dengan orang yg mikir klo HS itu cuma jualan bullshit, buat beberapa orang yg udah ahli dalam masalah romansa, kalian itu cuman dianggap sepele, tapi buat yg awam dalam hal romansa pasti sangat membutuhkan kalian.
    Cobalah berpikir dari 2 sisi yang berbeda.


    3. Masalah generalisasi, ini sih udah banyak ya yg bilang. Gue sangat anti dengan generalisasi, tapi percuma ngomong panjang lebar sama mereka, toh mereka ga merasa berdosa dengan generalisasi. Seharusnya mereka itu sadar klo tiap kasus itu UNIK! Lifes are too random to generalize it, dude.


    4. Masalah personal opinion diluar masalah romansa. Ambil contoh masalah politik, birokrasi, ekonomi, dll dll. I got to be honest, you guys are suck on that. Dan gue bukan orang pertama yg bilang.

    Yap, itu akun personal kalian dan kalian berhak ngapain dan ngomong apa aja disana. TAPI kalian harus ingat, klo mau menyatakan sesuatu itu pasti akan ada PRO dan KONTRA. Sementara beberapa orang dari konsultant (you guys know who he is) nya ini TIDAK MAU menerima KONTRA.

    Dan seringkali, saat dia di kontra, dia membalas dengan remeh dan dengan konotasi mengundang PEM-BULLY-AN! Seakan-akan bilang gini; "Dear to all my fellow followers, someone doesn't accept my opinion, let's ATTACK them!"
    Apakah kalian mendukung pem-bully-an? :)

    Kalian ga sadar kan klo kalian itu punya follower yg FANATIK!
    Sama dengan orang yg FANATIK dengan agama nya, mau kalian benar atau salah kalian akan TETAP DIDUKUNG MATI-MATIAN!
    Dan siapapun yang tidak setuju dengan kalian akan menjadi PUBLIC ENEMY!
    Jangan menutup mata, Kalian pasti pernah liat kan komen reply KASAR dan tidak berbobot dari follower yang membela kalian dan menghujat seseorang yg tidak setuju dengan kalian? saya yakin kok kalian jg sadar ada orang-orang polos yg menjadi pendukung FANATIK kalian! Karena buat beberapa orang, kalian itu like a saviour, JURU SLAMAT. Either pendapat kalian benar atau tidak (terutama hal di luar romansa), kalian akan didukung sampai mati!

    Atau kalian sudah terlalu yakin, kalau statement yg kalian keluarkan SELALU BENAR dan TIDAK PERNAH SALAH? :)

    Saran dari saya, silahkan berdebat dengan cara yg benar dan sehat.


    Ini bukan pendapat dari seorang hater.
    Because hate is not cute, spread the love instead. :)

    Those are some friend advices from me.
    Semoga kalian tetap stay pada 'semboyan' kalian: " SPREAD THE LOVE" not the HATE! :)

    ReplyDelete
  18. Intinya yang gue tangkap, HS itu salah memilih kata. Harusnya untuk menghindari generalisasi, gunakan saja kata2: kebanyakan, sepengetahuan, sepengamatan, mayoritas. Itu yang terjadi kan? Sama kayak yang soal wota. Maaf itu bukan defensif yah. Tapi tulisannya hanya terkesan sebagai tulisan yang dibuat oleh haters. Kalau mau dijadikan alat motivasi, gunakan kata2 yang enak dong. Janngan terkesan menjelekan. Ada gitu motivator menjelekan? Beda lagi kalau buat bahan stand up. Orang maklum. Buat lucu2an. Gue juga sering kok becandain soal 48 Group di grup FB. Lol.

    Ke depannya, sebagai motivator atau konsultan, tolong perhatikan diksi.

    Buat yang suka mengakses motivation stuffs, kenapa kalian nggak bikin sendiri kata2 motivasi? Plus lebih baik curhat, walau dharus dibully. Ngapain takut sih dibully? Bully balik lagi aja. Lil

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yak bener, pemilihan kalimat bisa jadi salah satu solusi biar nggak terlalu emosional dan kelihatan pingin banget diperhatiin :p

      Delete
  19. Segera bikin post, bro. Nggak enak jelek2in gini ah. Takut karmA. Lol

    ReplyDelete
  20. Well, I think we at least deserve a little "thanks" for promoting your blog. Nice writing though, keep it coming :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini juga kei kenapa komentarnya bahasa inggris?

      Delete
    2. Norak soalnya. Kan biar go international.

      Delete
  21. gue lalu heran ma orang-orang kayak gini, hanya karena lu ga punya masalah dengan romansa trus lu nyalahin si tono yg takut di ledek. bener-bener aneh lu. berapa orang yang brani dengan lantang mengatakan " Hei kalian para lelaki diluar sana yang punya masalah percintaan, gue ma komunitas gue bakal ngebantu kalian karena kami juga pernah trial and error di masalah romansa sehingga kalian ga ngalamin yang kami alamin dulu." lu bisa nya skeptis, lu ga brani nawarin bantuan tanpa diminta yg resikonya adalah diskeptisin, ditolak, diremehin, dibilang sok tahu, dibilang nge-bisnis-in, kayak mereka. SALUT BUAT HITMAN! mentor gue bilang, klo yg kamu lakukan, smua orang mendukung, ga ada yg menolak (skeptis) brarti kamu ga melakukan apapun. bahkan Mario Teguh pun engga sedikit yg skeptis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Satu yang salah, Tono itu cuma analogi. Kenapa dirimu sensi bener sama si Tono? :(

      Lagian itu bukan nyalahin, tapi koreksi. Keterbukaan diri selalu jadi masalah internal, cuma dia yang bisa ngerasain. Kalo dia sampe nggak mau buka mulut sama temen terdekatnya, ya masalahnya nambah lagi : KRISIS KEPERCAYAAN UNTUK DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN.

      Take a seat :))

      Delete
  22. Every people has its own opinion about something,we should respect it. Even though sometimes it leaves contradiction and a debate,but don't judge or trying to correct someone's opinion especially if you don't know anything about him/her.

    Anyway it just my opinion. Nice article :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mantap, sederhana dan substansi pun kena. Thank you, kaks!

      Delete
  23. Gue suka gaya lu bro!Keren bgt !sumpah! Tapi gw yg udah ngerasain jadi culun ,dibully,kalo curhat sama orang lain malah dicengin,mau cari temen malah dapet musuh baru dan juga pernah ngerasain seminar hs dg segala hak ekslusifnya, menyaran kan pada semua yang membaca post bro AFGAN ELBANA ini agar tidak menelan mentah-mentah omongan HS dan omongan AFGAN ELBANA,mereka adalah orang2 punya pendirian yg menurut pandangan saya kelihat mulai ngak bisa disalahin..kelihatanya sih!..padahal juma teguh pendirian aja,percaya pada Afgan sepenuhnya sama SESATnya dgn percaya hs sepenuhnya!tanpa mempertimbangkan logika lho? Dari pada terjerimus pertanyaan apa yg jelek dari orang lain saya dgn body language ala sby menghimbau agr para pembaca blog ini bertanya lebih positif

    ReplyDelete
  24. Gue suka nih sama pemikiran yg antimainstrem gini :)

    Tentang twit ataupun artikel HS sama mentor2nya, filterisasi.. Ga semua apa yg mereka bahas gue setuju..

    Harga seminar sama workshop? Iya sih, kalo gue pribadi mending jadiin modal usaha, atau bayar uang kuliah buat dua semester haha
    dan mungkin bagi orang2 yg udah mentok banget gatau harus ngapain dengan kehidupan romansanya, pastilah ngeluarin duitnya buat ini, namanya udah mentok kan, ya syukurlah ada seminar atau workshop kayak gini, bisa jadi ada yg diuntungkan juga selain mereka, pengusaha catering misalnya haha

    wota ya, kaga tau, kaga ngarti, kaga mikirin. Karna tiap orang beda beda, sama kayak tulisan ini, beda :)

    Thanks to bro @banbanpret karna telah menginspirasi untuk tetap berfikir, menggunakan otaknya biar ga cuma ngangguk ngangguk doang :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenernya gue nulis ya nulis aja. Kalau ternyata outputnya bisa jadi inspirasi dan bahan NGACA buat orang lain itu adalah sebuah bonus yang irreplaceable buat gue.

      Thank you, kakak.

      Delete
  25. Bro, lo ga menikah sama instruktur-instruktur HS, pacaran aja engga.
    Terutama HS-nya sebagai institusi.

    Semua orang (nih gue generalisasi), baik individu maupun komunitas itu satu paket. Isinya ada yang positif ada yang negatif. Ada bagian dari mereka yang lo setujuin, ada yang ga lo setujuin. Bahkan pasangan lo, bahkan ortu lo, bahkan agama lo.

    Nah karena lo ga menikah sama mereka, bahkan pacaran aja engga, lo ga harus nerima mereka sebagai satu paket. Lo ga harus setuju dan nerima hal-hal negatif mereka kok.

    Lo bisa terima dan setuju sama yang positif dan menurut lo bener aja kok. Lo boleh juga ga suka sama beberapa bagian dari mereka yang negatif dan menurut lo ga bener.

    Tapi kalo ga suka orangnya atau institusinya sebagai satu paket? Menurut gue ga dewasa banget. :)

    Tapi itu hak lo kok, untuk begitu. Gue cuma ngutarain pendapat gue aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, FYI aja nih mas. Kayaknya nggak ada statement gue yang sangat subjektif bilang bahwa gue nggak suka dengan mentor sekaligus sama institusinya dibalut dengan alasan yang general dan banting sama rata.

      Perlu dijelasin lagi? Soal yang positif dan negatif? Ini ada di postingan diatas.

      Postif tentang mentor : Mereka banyak membongkar logika jomblo yang mentok, membantu orang desperate yang gak tahu harus ngapain dengan kehidupan romansanya tapi punya cukup duit untuk keluar dari masalah itu.

      negatif tentang mentor: Ya itu screenshot semua lo fotokopi aja satu rim biar jelas.

      Positif tentang institusi: Mereka termasuk visioner karena di Indo yang baru diketahui masyarakat sepertinya baru HItmansystem, karena networking dan relationship coaching gini laku keras di luar, mungkin mereka mau coba aplikasiin di Indonesia.

      Negatif tentang institusinya : Gue nggak punya masalah dengan romansa, dan duit 4 juta buat introspeksi itu such a wast. DAN ITU OPINI GUE PRIBADI. Bukan justifikasi pendapat biar semua orang senang dan balance.

      Intinya, gue nggak suka sekaligus suka sama mentor plus institusinya dengan masing-masing jawaban yang udah gue sediakan.

      Jadi ya maaf deh kak kalo postingan ini terlalu kekanak-kanakan sampe bikin situ sliwer dan keder baca substansi masalahnya.

      Got it?

      Delete
  26. wakakkaaa...
    sempet2nya yaa...
    football jokes atau football funny aja deh yg asyik...
    atau twittrnya zarry hendrik yang ngehina abis man united....

    ReplyDelete
  27. Saya sharing pengalaman dikit yah ttg salah seorang instruktur HS..

    saya dulu follow 4 org: lex, jet, kei dan mikael.. yg punya pengalaman buruk sih dengan kei..
    saya lupa2 inget, intinya dia ngetwit soal komputer dan donlot mendonlot.. ada seorang cewe nanya, "selain 4shared emg kei biasa donlot dimana?"
    tanpa jawab pertanyaan cewe itu, dia RT dan ksi emoticon/ekspresi doang trus dia ngetwit dgn mengkerdilkan dan generalisir bahwa mahkluk tuhan paling seksi yang berjenis kelamin cewe itu gaptek pake banget..
    pas saya baca, saya protes, saya blg "ga semua cewe kali kei"..
    tanpa reply/RT saya, dia ngetwit lagi dan bilang kalo dia diserang kaum feminis (mgkn supaya dapet perhatian dan pukpuk serta warm hugs dr fans dan followernya kali yah.. jadi kita tau kan ya siapa yg suka cari perhatian *wink*)..
    krn wktu itu saya masih follow dia, saya baca twit dia yg itu, jadi utk memastikan bener apa ngga dia "diserang" kaum feminis, saya cek tab mentionnya.. dan ternyata YANG PROTES CUMAN SAYA SEORANG! dan saya wktu itu bilangnya juga baik2.. diserang darimananya sih maaaaaaaaaasss.. :))))))
    i felt like i had enough of his shitty cat's pup and i happily clicked unfollow and blocked him.. :v
    penyakit mental kei ya itu, dia merasa dia mutlak benar, ga mau dikritik dan selalu menggeneralisasi.. prinsipnya kan "kei being arrogant is a super absolute correct and people are too stupid to understand his arrogance"..
    LOL bgt kan.. :))))
    for me, people who understand his arrogance ARE the stupid ones.. *siap2 dibully* x))

    and yap, the most hilarious one is the reaction of their fanatic fans.. pdhl kan instruktur mrka suruh mrka pake otak ya, kok malah kaya ngga dipake pas ngebelain idolanya.. :)))

    as for the others, mikael saya unfol krn twitnya menurut saya ga menarik.. lex dan jet saja yg masi saya follow, krn menurut saya jet twit2nya menghibur & lex utk melihat dr sisi yg lain.. walopun saya lebih dr 50% ga setuju dgn mrka, tp mrka masih cukup humble utk terima masukan dan perbedaan.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Poin terakhir tentu saja gue setuju sekali. Agak aneh buat mereka sang Nabi Hitman system ini yang mengklaim dirinya superior tapi justru nggak bisa nerima kontra dan perbedaan sesederhana sebuah opini publik.

      Delete
    2. emang lu bisa nerima kontra? tulisan lu tu bukti nyata klo lu sangat ga bisa nerima kontra. klo lu ga suka ma mereka ya ga suka aja ga usah di bikin tulisan segala. atau cuman mengekspesikan aja? (well, gue ga peduli apa alasan lu). yg jelas mereka udah bikin sesuatu (positif ato negatif, terserah org menilai), lu sudah bikin apa? bisanya omdo!

      Delete
    3. jujur aja ya bro, mengenai masalah seminar itu aku kurang setuju dengan pendapatmu

      berikut cuplikannya

      "Ya bener, kita nggak bantu, karena mereka NGGAK PERNAH NGASIH TAHU KITA kalau sebenernya butuh bantuan. Kenapa nggak ngomong? Ya karena gengsi, apalagi ini masalah percintaan mereka.".

      "What's wrong with you bro?"

      aku beritahu rahasia yang tealah aku simpan selama ini, aku juga sering meminta pertolongan kepada teman yang memang ahli dalam soal percintaan dan bahkan aku juga pernah di mak comblangin

      namun hasilnya tetap nol

      aku sering sekali gagal dan dikecewain berkali-kali dalam percintaan

      aku pernah dimanfaatin, diacuhin bahkan dihindarin

      aku sudah putus asa, pasrah dan aku ini seolah-olah tak punya gairah hidup tanda adanya kekasih disampingku

      kalau seandainya bunuh diri itu gak dosa, aku mungkin sudah bunuh diri bro

      dulu di masa keemasanku di masa smp yang tak memusingin masalah cinta, aku dijuluki sebagai the guitar master itu pun agar bisa memikat lawan jenis

      tapi setelah menyadari bahwa aku hanya mendapat pujian saja tanpa mendapatkan wejangan cinta dari sang wanita akhirnya aku memutuskan untuk berhenti mengembangkan kemampuan bergitarku

      I kill my career, I kill my soul

      sudah saatnya bagi sang ahli untuk berbicara

      hargailah kawan-kawan yang sudah mau berjuang baik itu cuman sekedar baca artikelnya doang atau yang sudah ikut seminar

      kita harus hargai mereka yang mau berusaha, kalaupun gagal yang penting ada usaha

      sorry kalo bahasanya terlalu puitis karena saya memang orangnya puitis dan sedikit lebai coy

      salam brotherhood

      Kenmaster (sang pejuang wanita)

      Delete
  28. Kometar gue sih simple aja.
    disini gue ga pro atau kontra terhadap siapapun.
    setiap orang kan punya hak untuk pro atau kontra akan sesuatu hal jadi ya alangkah lebih baiknya kita memandang lebih bijak soal ini.
    buat yang pro atau kontra, kalian bebas mengutarakan apa yg ada di kepala kalian tapi jangan terlalu berlebihan juga. Ga enak diliat. Soal generalisir, tolong buat yang merasa kurang paham dengan kata2 itu mohon dicari lagi apa maknanya, akan dipakai ketika mau membahas apa dan dalam konteks bahasan yang bagaimana. jangan asal bikin status atau apalah kalo masih belum terlalu paham. :)

    ReplyDelete
  29. Hai, masban. Dari awal aku baca judul post, aku udah merasa topik ini menarik untuk ditelaah. Begitu baca tulisan plus komen komennya sampai habis, aku jadi makin tergelitik untuk ikut berkomentar. :)

    Sebelumnya, let me explain about myself first. Aku tahu Hitman System sekitar 1-2 tahun yang lalu. Dari keseluruh konsultannya, aku cuma follow lex karena direkomendasiin sama temenku. Well, aku masih follow dia sampai sekarang dan sesekali ngikutin twitnya. Aku bukan follower fanatik, cuma follow karena ingin tahu. Beberapa twit dan teori lex masuk akal dan bisa diterima kok. Tapi yah, a human is a human. Nggak ada kebenaran yang mutlak, pun nggak semua twit dia bisa selalu diterima dan sejalan dengan pikiran kita. I'm not a hater, i'm just his another critical follower. :)

    Aku pernah menemui beberapa twit lex yang menurutku bertolak belakang dengan prinsipku dan apa yang aku yakini.
    Pertama, lex pernah berbagi pengalaman menemani pacarnya waxing miss-v, melihat langsung prosesnya bahkan memegang. Entah kenapa topik itu masih kebayang bayang sama aku sampai sekarang. Uhm, gimana ya, menurut apa yang aku yakini, hal seperti memperlihatkan bagian intim ke lawan jenis sebelum menikah itu sesuatu yang tabu sih. Dan ketika lex dengan entengnya menceritakan hal semacam itu di media sosial, aku mulai merasa ada yang nggak benar, or at least prinsipku dan prinsipnya lex dalam urusan yang disebut "romansa" itu berbenturan.

    Kedua, lex juga pernah berkata bahwa sebelum menikah, adalah suatu hal yang wajar bagi cowok untuk punya banyak pacar atau nggak berkomitmen ke hanya satu orang. Aku nggak tahu sih atas dasar apa lex bicara begitu, atau mungkin itu hanya kulit luar apa yang diajarkan di seminar (seperti yang aku baca pada salah satu komentar di atas). Tapi namanya orang awam ya, apa sih yang akan mereka tangkap membaca statement seperti itu?

    Ketiga, beberapa hari lalu, ketika lex menjelaskan tentang "love at first sight". Dia bilang bahwa cinta pada pandangan pertama itu mustahil, kemudian ia menjelaskan segala macam teorinya tentang jatuh cinta. Logis sih. Aku juga cukup mengangguk akan apa yang dia katakan, but in the other hand, aku juga merasa bahwa nggak semua hal soal cinta bisa dijelaskan dengan teori. Ada hal hal terkait ketentuan Sang Pencipta akan hukum "jatuh cinta" ini yang nggak melulu bisa dijabarkan dengan logika manusia. Kalau saat itu lex bilang (dan menggeneralisasi) bahwa nggak mungkin ada orang jatuh cinta pada pandangan pertama ke orang yang fisiknya kurang menarik, dengan tegas aku bakal jawab "FAKTANYA, ADA". :)

    Itu beberapa twit lex yang nggak sepaham denganku sih. Dan dari beberapa cara defensifnya memberikan pembenaran akan apa yang dia twit, aku entah kenapa jadi berpikir, "Apakah ini salah satu cara untuk mem-brainwash followers?" Ini pendapatku secara personal aja sih. Aku nggak bermaksud menjatuhkan, menyalahkan apalagi menggeneralisasi semua yang terlibat di HS.

    Tapi, begitulah dunia sekarang. Harusnya kita juga lebih smart dalam memilah informasi, nggak bisa gitu aja nyalahin si penyampai. Masalah generalisasi, mungkin dari banyak kasus yang dia alami kejadiannya memang seperti itu, dan kita juga harus paham bagaimana latar belakang dia ketika menulis hal tesebut. Kadang tanpa sadar beberapa dari kita juga suka menggeneralisasi, akan hal apapun.

    Lalu soal seminar berbayar mahal, well, itulah dunia bisnis. :))
    Zaman sekarang, apa aja bisa dijadiin lahan penghasilan. Nggak bisa disalahkan juga ketika masalah romansa menjadi celah untuk mendapatkan uang. Aku pernah baca beberapa buku dengan penulis orang luar mengenai psikologi romansa dan semacamnya, mereka juga mengadakan seminar mengenai hal itu dan itu wajar. Mungkin bagi beberapa orang, teorinya sudah biasa dan sudah dipahami, tapi kan belum tentu untuk yang lainnya. Mungkin di luar sana masih banyak orang yang butuh dibimbing dalam pengembangan diri dan introspeksi akan hubungannya. Nggak bijak juga kalau kita membanding bandingkan kan? :)

    ReplyDelete
  30. Huehehe kalau gue PRIBADI "secara umum/general" sih emang gak suka ya gaya2 motivator. Karena :

    1. Seberapa tau sih mereka tau hidup kita, bukan karena setiap orang itu terbuka atau extrovert tapi karena hal apa saja yang mereka lakukan sampai mereka tau betul kita (orang yang belum dia kenal sebelumnya) harus berbuat apa. *kalau dukun sih mending, dia bisa ramal*

    2. Kesulitan hidup di dunia ini memang harus kita sikapi dengan bijak. Tapi apa perlu dengan so bijak? *ini opini pribadi, soalnya para motivator/mentor/trainer emang suka so bijak dan mengatakan hal yang sama dengan orang tua kita berulang2, ex : jangan menyerah, jangan lupa beribadah dan berdoa*

    3. Kalau mereka beneran orang baik, ko kalau seminar gak digratisin aja :| *hal ini gak berlaku buat peserta terlanjur kaya*

    4. Kaya model sembahan baru. Kalau dulu ada nabi yang bisa kita jadiin panutan dengan segala nasihatnya, nah sekarang ada mereka :D


    Sedangkan untuk kasus HS ini, gue sendiri gak tau mau bilang apa. Baru tau HS dari postingan ini sih, tapi kalau gue GENERALISIR juga, yaaa sama kaya poin2 gue ini huahahahaha. Salam GENERALISIR. yang gak setuju silahkan bully :)

    ReplyDelete
  31. Oh iya, my bad.
    Isi artikelnya bukan nunjukin ketidaksukaan, tapi kekecewaan.

    Permintaan maaf diterima bro, yang dewasa yang ngalah ;)

    ReplyDelete
  32. Wah baru tau gw si hitman ini, coba ah ikut liat-liat twitternya,, haha..

    ReplyDelete
  33. Saran buat admin. Ketik "apa itu cinta" di YouTube, dan cari video dari Ronald Frank. Terima kasih

    ReplyDelete
  34. Wah seru juga ni ya, gw jg tau HS dari dulu banget krn gw kenal sama salah satu mentornya. Kalau diliat2 dulu si memang bagus banget isi tentang psikologi cewek dan cowok. tentang cowok harus glossy dan segala macemnya. Gw si dah nikah dah 8 taun ya, jd ini tanggepan gw soal HS bukan sebagai jomblo atau orang yg baru pacaran.
    Walaupun gw gak ngikutin lagi HS, tapi pas ngeliat screenshot diatas kok malah makin ga wise nanggepin para tweets ya. Mungkin mereka lupa, semakin padi berisi, maka semakin nunduk.

    Tapi terlepas mereka yang semakin gak jelas itu, sebenernya tanpa ambil seminar kalo lo baca artikel di website mereka udah lumayan cukup pengetahuan yg bisa diambil. Sebenernya ilmu HS penerapannya bukan buat ngehits cewek semata. Mungkin pertama2nya iya kaya gitu, walaupun kalau misalnya lo muslim, pengetahuan mereka yang sampe kissing atau yg lain itu ya jelas itu diluar batasan. Tapi setelah lo ngerti psikologi itu, lo udah break boundaries of your self-esteem. Jadi bisa lebih PD buat di dunia kerja/ bisnis karena lo udah ga sungkan lagi dan komunikatif.

    Itu aja si, sebenernya gw sangat amat menyayangkan liat balesan2 tweeternya Kei itu.. Ck..

    ReplyDelete
  35. Kesan gw 1-2thn pertama tau tentang HS itu kok mereka kaya 'motivator' cinta tapi setelah liat ulah para fans/pengikutnya sebegitu fanatiknya terlintas di benak gw ini cult atau apa sih ;)) dan ketiga pendiri itu dipuja-puji seperti seorang Nabi

    ReplyDelete