Asinan Juhi, Kuliner Yang Terlupakan

6 comments
by Christian photography
Makanan yang sapaan akrabnya bernama asinan juhi ini ternyata nggak seberapa familiar lho sebagai jajanan kampung. Gue sendiri dan keluarga biasanya nyebut makanan ini sebagai Mie Juhi.

Terakhir kali gue makan makanan ini tuh udah lamaaaaaa banget, ada kali sepuluh tahunan yang lalu.

Waktu itu, harganya masih sekitar 4000 perak. Itu aja gue setengah mati minta dibeliin bokap nyokap. Maklum belum punya duit jajan sendiri. Sekarang? Harganya sepuluh ribuan, tjoy.

Source
Gue dan keluarga dulu, punya langganan tetap tukang juhi setiap kali siang menjelang. Si tukangnya pake gerobak dan selalu lewat hampir setiap hari ngiterin gang demi gang.

Dulu beli beginian mah gampang banget. Siang-siang kan' enaknya makan kering-keringan sambel kacang gitu. Bosen juga kan kalau harus beli ketoprak sama gado-gado terus.

Secara mengherankan, di masa sekarang tukang ini justru sangat susah dicari. Katanya udah jarang banget yang lewat secara gerobakan. Kebanyakan hanya mangkal di beberapa tempat tertentu kayak pasar tradisional.

Kok bisa ya kurang laku?

Mungkin karena packagenya yang "terisolasi" jadi terkesan nggak menarik. Karena notabene ini jajanan kampung, kayaknya mayoritas orang kampung kita masih nggak kepikiran buat nyebarin informasi makanan ini di sosmed. Jadi nggak begitu terkenal deh :)

Di ulasan berikut, gue mau bahas Asinan Juhi yang format"jalanan" ya. Maksudnya yang beredar di kampung-kampung gitu, karena formatnya beda sama asinan juhi yang (mungkin) dibuat a la restoran.

Asal usul Asinan/Mie Juhi

Ada yang bilang asinan ini khas negeri Cina, ada juga yang bilang bahwa makanan ini adalah khas Betawi. Sebenernya nggak perlu diperdebatkan juga sih, mengingat Betawi adalah hasil kultur serapan dari negeri Tiongkok.

Tapi, kalo dilihat dari namanya, juhi memang berasal dari bahasa Cina yang berarti Cumi. Kuliner ini adalah salah satu favorit masyarakat Cina pada masanya.
Rujak Shanghai
Kalau dilihat dari elemen makanan yang dipakai, sekilas Asinan Juhi memang mirip Rujak Shanghai yang aslinya dibawa oleh urban Cina di Indonesia.

Rujak Shanghai berisi potongan gurita yang direbus, teripang/mentimun, kangkung, lalu disiram oleh kuah merah seperti saus tomat, lalu ditambahkan acar, bengkoang dan sambal sebagai pelengkap.

Kalau dibayangin, rasanya bakalan asem-asem seger gimana gitu ya. Gue sendiri belum pernah nyobain sih :)

Apaan sih Mie Juhi?
Konten dasar dari Asinan/Mie Juhi itu berisi mie kuning basah, kol, tauge, wortel, sawi asin, potongan mentimun, kerupuk mie/kerupuk kuning, irisan kentang, disiram oleh bumbu kacang, gula jawa cair, sambal, dan suwiran Juhi tentunya.

Tapi ini format dasar banget ya. Kalau asinan Juhi versi professional, biasanya lebih beragam bahannya.

Juhi kering
Yang penasaran sama Juhi, Juhi adalah cumi/sotong yang dikeringkan lalu diberi garam. Kalau kata abangnya sih, nyari cumi buat Juhi itu nggak bisa sembarangan meski jumlahnya banyak. Harus nyari di kali yang bersih dan dateng sebelum jam lima subuh :)

Pas gue tanya di mana dia bisa dapet Juhi tiap hari, ternyata doi juga belinya di toko. Katanya ada juhi kalengan yang udah jadi :))

Soooo, udah kebayang belum rasanya kayak apa?

Meski namanya asinan, rasa yang dominan itu justru manis lho. Yah, mirip-mirip bumbu ketoprak gitu deh saus kacangnya. Tapi yang ini lebih tasty karena ada paduan antara segernya mentimun, renyahnya kerupuk kuning dan kinyis-kinyis dari irisan kentang rebusnya. Kalau dirasa terlalu manis, bisa banget ditambah sambel, kok.

Kira-kira gini penampakannya plus suwiran Juhinya, minus kerupuk kuning nih ya
Juhi emang disebut-sebut sebagai aktor utamanya, tapi menurut gue, justru nggak pake juhi pun nggak apa-apa. Karena cita rasa yang dominan manis ini justru keluar dari kombinasi bumbu kacang dan gula jawa, serta netralnya rasa mentimun, mie, kerupuk, dan irisan kentangnya.

Tapi kalau kamu termasuk yang baru pertama kali nyoba kuliner ini, wajib banget pakai juhi biar tahu sensasinya :)

[Pret's-pektif]

Kapan sih waktu ideal buat makan kuliner yang satu ini?

Siang-siang bolong, sob! Jangan lupa es teh manis gelas gede dan minta banyakin kerupuk kuning plus sambel kacangnya.

Udah ngiler belom? Pasti ngiler dong, Mischa Chandrawinata aja nggak kuat.

Biar komplit, simak juga video resep dan cara membuatnya di sini. Terus tunggu video rekaman cara bikin mie juhi asli dari abang-abangnya yang akan gue upload di lain waktu ya.

Yang lagi di Jakarta dan udah penasaran ngebet banget mau nyobain, untuk penjual juhi "jalanan" biasanya banyak ditemui di terminal-terminal bus kota dan pasar tradisional. Kalau untuk yang versi resto, bisa dateng ke beberapa lokasi berikut:

Asyinan Ny. Isye
Jl. Kamboja 3 No.12, Rawamangun, Jakarta - http://www.zomato.com/id/jakarta/asinan-ny-isye-rawamangun

Eat & Eat
Gandaria City, Lantai 2. Jl. Sultan Iskandar Muda, Gandaria, Jakarta Selatan
Pejaten Village, Jalan Warung Jati Barat No. 39, Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta

Asinan Bang Tata Veteran
Jl. Veteran (berjualan di depan Ragusa Es Italia), Jakarta Pusat - 085220104183

Rujak Juhi & Asinan Dapur Betawi
Kelapa Gading Mall 3, 3rd Fl Unit 13 Jl. Boulevard Kelapa Gading, Jakarta Utara

Rujak Juhi Petak Sembilan
Kawasan Pasar Petak Sembilan, Jalan Pancoran, Glodok, Jakarta Barat

6 comments:

  1. aku suka asinan tapi swear belum pernah makan asinan juhi , jadi penasaran ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo langsung di sikat, kira-kira di sana ada nggak penjualnya?

      Delete
  2. Aku belom pernah makaaan.. Penasaran sama rasanya :D

    ReplyDelete
  3. Daerah depok atau jaksel ga ada kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pastinya masih banyak kalo Depok dan Jaksel :D

      Delete